Pedestrian
Pejalan Kaki
Di ufuk timur sana
sang raja siang menampakan diri
Membangunkan
jiwa-jiwa lelah dari mimpinya
Berteman embun pagi yang menyejukan
Menemani kaki dengan
sepatu usang mengejar mimpi
Melewati jalan
berkerikil licin dan menanjak
Tak jarang jalan sesat itu nampak indah
Tak jarang pula yang
mencoba merasakan keindahan itu
Dan terjatuh adalah
konsekuensinya...
Jatuh lalu diam,itu
terlalu sederhana bagi jiwa yang dewasa
Jatuh lalu
bangkit,itulah yang dilakukan para pemenang
Mencari jalan menuju
puncak yang diimpikan itu tak mudah
Jika tak bisa jalan
cepat,perlahanlah namun pasti....
Lalu nikmatilah buah
lelah itu di atas puncak nan indah



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus