BISNIS KAPULAGA
I.Pengenalan
Tanaman Kapulaga
Kapulaga sering digunakan sebagai rempah (bumbu) untuk masakan tertentu dan juga untuk
campuran jamu atau
obat-obatan herbal tradisional. Ada dua macam kapulaga yang banyak digunakan di Indonesia, yakni kapulaga
jawa (Amomum compactum) dan kapulaga
seberang atau kapulaga india (Elettaria
cardamomum) keduanya termasuk ke
dalam suku jahe-jahean atau Zingiberaceae.
Kapulaga India diperkenalkan ke Guatemala oleh pengusaha perkebunan kopi asal Jerman,
Oscar Majus Kloeffer, sebelum Perang
Dunia I. Kini Guatemala menjadi penghasil kapulaga terbesar di dunia,
diikuti oleh India. beberapa negara seperti Sri
Lanka dan Indonesia juga membudidayakannya. Polong
biji Elettaria berwarna hijau terang, sementara
polong biji Amomum lebih besar dan berwarna cokelat tua.
Read more.....
Read more.....
II.Manfaat
Tanaman Kapulaga
Tanaman Kapulaga ini kebanyak diambil orang untuk buahnya, bila setelah
dikeringkan diperdagangkan sebagai bumbu ataupun rempah-rempah.
Bagian tanaman kapulaga yaitu bagian ucuk (tunas) kapulaga disukai sebagai
lalap, baik mentah, dikukus, atau direbus.
Dari bijinya mengandung minyak atsiri, yang hasilnya banyak dimanfaatkan
dalam industri parfum dan bahan pewangi. Biji tanaman ini juga banyak digunakan
sebagai bahan obat tradisional untuk mengobati sakit perut, sakit batuk, dan
sebagai peningkat stamina telah melahirkan.
Air rebusan semua bagian tanaman diminum jika badan terasa lemas dan untuk
meringankan sakit rematik. Rimpangnya yang ditumbuk dan dikeringkan dipakai
untuk mengatasi demam dan sakit usus.
III.Teknik
Budidaya Tanaman Kapulaga
Pembudidayaannya tanaman ini pun
tidak memerlukan lahan tersendiri, dalam arti tumbuh di bawah naungan tanaman
lain sebagai tanaman sela atau tanaman tumpangsari. Hasil berupa buah jika
sudah kering mempnyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Buah kering kapulaga
disamping sebagai bahan jamu, juga diambil minyak atsirinya untuk bahan
penyedap atau pengharum makanan, minuman dan sebagai bahan baku atau campuran
di dalam industri parfum.
Sistem
pola tanam yang dapat diterapkan dalam pengembangan tanaman kapulaga adalah
sistem pola tanam pekarangan dan pola tanam perkebunan. Dengan adanya pola
tanam terpadu maka dapat diharapkan penghasilan Petani meningkat disamping itu
juga dapat meningkatkan produktivitas lahan perkebunan dan konservasi. Beranjak
dari kapulaga yang relatif mudah dibudidayakan dan bisa dipanen 4 kali dalam
setahun, maka hal tersebut telah banyak menarik minat petani untuk
membudidayakan.
Syarat Tumbuh:
Tanah
yang cocok untuk ditanami kapulaga adalah tanah lempung yang berwarna coklat,
memiliki humus tebal dan berdrainase baik. Tanaman ini tidak tahan terhadap
genangan air, tanah yang memiliki topografi rata sampai miring dapat ditanami
tanaman ini. Di lahan yang berlereng curam, rumpun tanaman yang terbentuk akan
berfungsi mengurangi atau menghambat aliran air permukaan yang berlebihan
sehingga erosi permukaan dapat ditekan.
Sedangkan
untuk iklim, tanaman kapulaga menghendaki kelembaban udara cukup tinggi yaitu
40 – 75%, dengan curah hujan berkisar antara 2.500 – 4000 milimeter per tahun.
Suhu harian rata-rata darah tempat tumbuh tanaman kapulaga adalah berkisar
antara 20 – 30 derajat celcius, dengan intensitas cahaya terbaik bagi
pertumbuhan tanaman berkisar antara 30 – 70%. Kelebihan lain dari tanaman
kapulaga adalah dapat tumbuh baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi.
Sementara itu untuk memperoleh hasil yang terbaik, ketinggian pada 300 – 500
meter dari permukaan air laut merupakan daerah budidaya yang paling tepat.
(Warsana SP,2000)
PERSIAPAN BIBIT
Penyediaan bibit kapulaga umumnya
diperbanyak dengan anakan atau tunas baru atau percabangan rizoma yang
membentuk tunas. Bibit yang baik adalah tunas yang tingginya lebih kurang 50 cm
dengan akar rizoma yang muda dan mata tunasnya banyak, rizoma yang sudah tua
pertumbuhannya kurang baik.
PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah dilakukan pada
bulan September – Oktober dengna membersihkan tanah dari batu,
rumput-rumputan/gulma dan sisa tanaman lainnya. Pencangkulan tanah dilakukan
sedalam kurang lebih 30 cm. Persiapan lobang tanam dilakukan sebulan sebelum
penanaman dengan terlebih dahulu dibuat lobang tanam dengan ukuran panjang 50
cm dan dalamnya 40 cm. Sebaiknya 15 hari setelah pembuatan lobang, tanah
dikembalikan lagi ke dalam lobang, sebelumnya tanah dicampur dulu dengan pupuk kandang
secukupnya.
PENANAMAN
Untuk penanaman, sebaiknya
dibuatkan penaung. Penaung ditanam sebelum penanaman kapulaga sehingga pada
saat tanam, penaung telah berfungsi dengan baik. Jenis penaung diantaranya
adalah : Lamtoro, dadap dan sebagainya dengan perbandingan 1 : 2 (1 penaung – 2
kapulaga).
WAKTU TANAM
Waktu
tanam yang baik yaitu awal hujan, sekitar bulan Oktober – Desember. Caranya:
bila tanah olahan atau lobang tanam telah tersedia dan bibit telah disiapkan,
kemudian buat lobang kecil, letakkan bibit sedalam 10 – 15 cm. Tanah di
sekitarnya dipadatkan atau ditimbun dengan memperhatikan tunas agar tidak
sampai terganggu (terluka atau patah). Jarak tanam untuk kapulaga bisa
digunakan 1m x 1,5m atau 1m x 2m dan juga bisa 1,5m x 2m.
PEMELIHARAAN
Dalam
pemeliharaan kapulaga, beberapa pekerjaan penting yang harus dilakukan antara
lain: penyiangan rumput atau pengendalian gulma, penggemburan diluar rumpun
untuk merangsang perumbuhan anakan rimpang sehingga bisa tumbuh lebih baik,
pemotongan daun kering untuk tidak menghalangi penyerbukan bunga, pemotongan
batang yang sudah agak tua atau menguning untuk memberi kesempatan batang muda
tumbuh dengan baik, pengaturan anakan agar tidak tumpang tindih dan untuk
merangsang pertumbuhan bunga atau buah juga unuk mengurangi penguapan pada
musim kemarau serta untuk mendapatkan anakan atau bibit baru.
Di
masa pemeliharaan ini, yang tidak kalah pentingnya juga pemberian mulsa berupa
bahan organik dari jenis tanaman leguminosa. Untuk lebih meningkatkan mutu maka
perlu dilakukan pemupukan mengingat tanaman kapulaga termasuk rakus akan unsur
hara, sehingga pemupukan sangat diperlukan terutama sekali pupuk organik dan
pupuk buatan. Adapun cara dan jumlah pupuk yang diberikan adalah berdasarkan
masa pertumbuhan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan). Untuk ini pupuk organik
diberikan pada saat pengolahan tanah, dan pada saat penggemburan diluar rumpun
sebanyak 1 – 1,5 kg pupuk kandang, pemupukan berikutnya setiap 3 bulan sekali.
Sedangkan
untuk pupuk buatan diberikan pada umur 1 bulan sebanyak 1 sendok makan pupuk
urea dan diulang pada umur 3 bulan dengan 1 sendok pupuk urea disebar diluar
rumpun atau disemprotkan pada daun. Bagi tanaman kapulaga yang sudah
menghasilkan, pupuk kandang diberikan sebanyak 10 – 15 kg setiap rumpun dan
pemberian selanjutnya disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan.
Pupuk buatan diberikan 10 – 12,5 gram berupa Urea dan TSP. Pupuk ini diberikan
diluar rumpun pada batas perakaran dengan membuat selokan kecil, kemudian
ditutup dengan tanah dan disiram seperlunya.
Kapulaga
sebagaimana tumbuhan lain, juga tidak terhindar dari penyakit.Hama yang biasa
menyerang kapulaga adalah berupa kutu, ulat pemakan daun, penggerek akar
rimpang, penggerek batang, penggerek buah dan kumbang pamakan daun.
Pemberantasannya bisa dilakukan dengan mempergunakan berbagai insektisida yang
dijual di pasaran bebas.Untuk penyakit yang menyerang biasanya penyakit busuk
(Mozaik) yang disebabkan oleh virus. Cara pengendalian yang efektif adalah
dengan jalan membuang tanaman yang terserang dan menanam tanaman baru yang
berasal dari pembibitan asal biji.
IV.Cara mengolah kapulaga
Tanaman semak, rumput-rumputan
tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 meter.
Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna
hijau. Daun tunggal, tersebar,
bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang
25-35 cm, lebar 10-12 cm,
pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk,
bentuk bongkol di pangkal batang,
mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5
mm, warna putih atau putih
kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna
putih.
Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA: Amomi Fructus; Buah Kapulaga.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Pahit, menghangatkan, dan
membersihkan darah. Khasiat Ekspektoran
dan karminatif. PENELITIAN Datten Bangun, Semin
Tarigan, Nazaruddin Umar, dkk.
Bagian Farmakologi, FK USU dan Jurusan Farrnasi,
FMIPA USU. Telah melakukan
penelitian infus rimpang Kapulaga terhadap efek
analgesik pada mencit. Dari hasil
penelitian tersebut ternyata infus 10% dengan
takaran 10 ml/kg bb, telah
menunjukkan efek analgesik. Semakin besar
takarannya, semakin besar
perpanjangan waktu reaksi (PWR).
Pemanfaatan
·
Kegunaanbuah:
1. Aroma jamu.
2. Napas/mulut bau.
3. Perut kembung.
4. Radang tenggorokan.
5. Suara parau.
1. Aroma jamu.
2. Napas/mulut bau.
3. Perut kembung.
4. Radang tenggorokan.
5. Suara parau.
· RAMUAN DAN TAKARAN
Napas/Mulut Bau
Ramuan:
Buah Kapulaga 10 butir
Daun Pegagan 1 genggam
Air secukupnya
Cara pernbuatan:
Dipipis.
Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang
air besar secara teratur, dan gosok gigi sehabis makan.
Perut Kembung dan Mulas
Ramuan:
Buah Kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir
Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar) 10 butir
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.
Radang Tenggorokan
Ramuan:
Buah Kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir
Rimpang Kunyit (tumbuk kasar) 6 gram
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.
Napas/Mulut Bau
Ramuan:
Buah Kapulaga 10 butir
Daun Pegagan 1 genggam
Air secukupnya
Cara pernbuatan:
Dipipis.
Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang
air besar secara teratur, dan gosok gigi sehabis makan.
Perut Kembung dan Mulas
Ramuan:
Buah Kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir
Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar) 10 butir
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.
Radang Tenggorokan
Ramuan:
Buah Kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir
Rimpang Kunyit (tumbuk kasar) 6 gram
Air mendidih 100 ml
Cara pembuatan:
Diseduh.
Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.
Referensi:
·
Kapulaga - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.html





Komentar
Posting Komentar