Antara Syari'at dan Adat

#Ayo_Kita_Belajar_Bersama

Tiada Tuhan selain Allah,Muhammad utusan Allah

Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa bertasabuh (menyerupai) suatu kaum maka dia termasuk golongannya
   Lalu saudara sesama muslim kita yang melakukan kegiatan di bawah ini termasuk golongan yang mana?
Read More.........

Banyak upacara adat yang menjadi tradisi di beberapa linkungan masyarakat Islam yang sebenarnya tidak diajarkan dalam Islam.Tradisi tersebut ternyata bukan bersumber pada ajaran Islam,namun bersumber pada ajaran Hindu.Agar lebih jelasnya dan kita semua tidak tersesat,marilah kita telaah hal-hal yang seolah-olah bermuatan Islam tetapi sebenarnya bersumber pada ajaran agama Hindu.

1.Tentang do’a selamatan kematian 7 hari,40 hari,100 hari,dan 1000 hari
                Kita mengenal sebuah ritual keagamaan dalam masyarakat Islam ketika terjadi kematian sanak saudar adalah menyelenggarakan selamatan/kenduri kematian berupa doa-doa,tahlilan,yasinan(karena yang dibaca adalah surat Yasin) dari 7 hari,40 hari,100 hari,dan 1000 hari kematian.Setelah diteliti ternyata amalan selamatan kematian  pada hari yang ditentukan di atas tersebut bukan berasal dari Al-Qur’an,Hadits(Sunah Rasul),maupun Ijma sahabat,malah kita bisa melacaknya di kitab agama Hindu.Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti halaman 99,192,193 berbunyi : “Termahsurlah selamatan yang diadakan pada hari ketujuh,empat puluh,seratus dan seribu”.Dalam buku media Hindu yang berjudul: “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa,serpihan yang tertinggal” karya Ida Bedande Adi Suripto,ia mengatakan upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang jawa hari ke1,7,40,100,100 jelas adalah ajaran Hindu.

2.Tentang selamatan yang biasa disebut kenduri merupakan ajaran Hindu.
Maslah ini terdapat pada kitab Sama Weda halaman 373 no 10  yang berbunyi “sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyada duweni narah” yang artinya “antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui yang gunanya untuk menjauhkan kesialan.

3.Tentang selamatan wanita hamil(telonan,mitoni,tingkepan)itu ajaran Hindu.Dalam Islam yang diajarkan adalah aqiqah.

#hayo_sopo_sing_Islam_sopo_sing_Hindu_?

#Mungkin_ada_yang_bertanya_: “kan dalam upacara tersebut yang dibaca Ayat-ayat Al-Qur’an yang hak dari Allah?

#jawabannya_: “Benar semua Ayat Al-Qur’an itu hak dari Allah,tetapi ketika kita membacakanya pada kegiatan yang menyerupai umat Hindu ( ingat Sabda Rasulullah SAW di atas tadi) berarti kita telah mencampurkan Ajaran Islam dengan Ajaran Hindu.Padahal Alla SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 42 yang artinya :”Dan janganlah kamu campur adukan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak padahal kamu mengetahui.

#Islam_itu_mudah_tapi_jangan_memudahkan_Islam_itu_tidak_sulit_tapi_kadang_dipersuit_sendiri.

^saya menulis ini setelah saya mendengarkah tausiyah seorang Mualaf dari Agama Hindu,dan saya buka Al-Qur’an dan memang benar begitu adanya^


#ayo_kita_sama_sama_belajar_:)

Komentar

Posting Komentar