Pentingnya Kebenaran Isi Pesan Dakwah
Pentingnya Kebenaran Isi Pesan
Dakwah
Oleh:
Wangsit Juniawan
Dakwah merupakan seruan untuk
mengajak menjalankan perintah Allah
subhanahu wa ta’ala atau meninggalkan larangan-Nya atas dasar keyakinan yang
teguh pada Allah. Kegiatan dakwah menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran
Allah subhanahu wa ta’ala yang disampaikan melalui para kekasih-Nya, yaitu para
Nabi dan Rasul. Dakwah yang dibawa para kekasih Allah subhanahu wa ta’ala hanya
satu risalah yaitu manusia diperintahkan untuk menyembah-Nya tanpa
menyekutukan-Nya.
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang
mulia, yang artinya, “Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang
menyuruh kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang
mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104). Ayat
ini menerangkan bahwa umat Islam diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran dan
melarang kebatilan.
Dalam menyampaikan sebuah pesan
salah satu syarat mutlaknya yaitu sumber pesan yang credible, pesan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Termasuk dalam berdakwah sumber pesan merupakan pokok yang utama yaitu Al-Qur’an dan Al- Hadist. Pesan yang
disampaikan oleh seorang pendakwah harus sesuai dengan apa yang diwahyukan
Allah, tidak boleh dikurangi, ditambah, maupun dimodifikasi sesuai keinginan
akal manusia.
Kebenaran
tidak cukup hanya diukur dengan rasio dan kemauan individu. Kebenaran agama bersifat obyektif, universal, dan berlaku bagi seluruh ummat manusia, karena kebenaran ini secara ontologis dan aksiologis bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui wahyu. Sebagaimana firman-Nya dalam kitabnya yang mulia (QS. Al-Baqarah 2:144),
yang artinya : “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menegadah ke langit,
maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engakau senangi. Maka
hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan dimana saja engkau berada,
hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab(Taurat dan
Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa
yang mereka kerjakan”
Jadi kebenaran
dalam berdakwah harus diutamakan, dimana kebenaran dalam Islam merupakan semua
yang datang dari Allah, baik yang bisa diterima logika maupun yang belum dapat
diterima logika. Hakikatnya standar orang beragama bukan logika namun wahyu Allah, jika stanndar
orang beragama itu logika maka logika manusia yang mana yang dijadikan standar.
Namun bukan berarti dalam menyampaikan
pesan dakwah tidak boleh berlogika, karena ada dua jenis pesan yaitu pesan illahiyah dan sunatullah (hukum alam). Dimana pesan illahiyah merupakan pesan yang secara hukum sebab akibat manusia belum bisa memahaminya
misalnya mukjizat nabi, sedang pesan sunatullah(hukum
alam) merupakan pesan yang secara hukum sebab akibat bisa dijelaskan oleh
akal manusia.
Islam merupakan
satu-satunya agama yang secara wahyu dan logika dapat dijelaskan, jadi benar
firman-Nya bahwa Islam merupakan agama yang sempurna dan satu-satunya agama
yang diridhoi-Nya. Maka dari itu sebagai muslim hendaknya kita menyampailkan
pesan dari Allah sesuai dengan wahyu dan dapat diiringi dengan pemahaman logika
selama logika tidak dijadikan sebagai standar. Muslim memiliki kewajiban
menyampaikan pesan Allah dengan catatan tanpa merubah sedikitpun dari kebenaran
yang dating dari Allah subhanahu wa ta’ala.



Komentar
Posting Komentar